Beranda Buletin Proyek 100 Lubang PETI Gunung Botak ditertibkan, Diduga Ada Oknum yang Melindungi?

100 Lubang PETI Gunung Botak ditertibkan, Diduga Ada Oknum yang Melindungi?

  • Tambang emas ilegal Gunung Botak di Kecamatan Waelata dan Kecamatan Kaiely, Kabupaten Buru, Maluku ditertibkan petugas gabungan. Ada sebanyak 250 petugas dari TNI, Polri dan Satpol PP yang diterjunkan ke lokasi.

BULETINTERKINI – Paur Humas Polres Pulau Buru Aipda MYS Djamaluddin mengatakan, penertiban dan penegakan hukum di areal lokasi tambang emas ilegal Gunung Botak guna mengantisipasi dan mencegah timbulnya gangguan kamtibmas. Selain itu agar para penambang tidak lagi melakukan aktivitas penambangan secara ilegal.

“Operasi tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai tanggal 1 sampai 7 November 2022,” ujarnya, Rabu (2/11/2022).

Menurutnya dalam operasi tersebut, tim gabungan merusak 100 lubang galian milik para penambang ilegal dengan cara dibakar. Kemudian petugas membongkar dan membakar 250 tenda penambang di Gunung Botak.

Selain itu, petugas juga membongkar 20 bak rendaman di lima lokasi, yakni Gunung Kapur, Tanah Merah, Pagar Seng, Lubang janda dan Gunung Batu.

“Para penambang yang masih bertahan telah meninggalkan lokasi tambang emas gunung botak,” kata Djamaluddin.

Djamaluddin menyebutkan, giat operasi tersebut dilakukan dengan cara membagi pos per tim di masing-masing wilayah yang berada di areal gunung botak.

“Dalam giat operasi, kami tim dan pos Pam yang terdiri atas 6 pos pam. Yakni pos Pam Anahoni, Pos Pam Gunung Batu, Pos Pam Tanah merah, Pos Pam Pagar Seng dan Pos Pam jalur D,” ucapnya.

Dia mengaku, sebelum memusnahkan tenda maupun barang-barang milik penambang, telah dilakukan imbauan kepada para penambang untuk mengosongkan lokasi tambang emas ilegal Gunung Botak.

“Kami mengarahkan masyarakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin baik yang menggunakan bahan kimia ataupun penambangan emas manual,” ujarnya.

Operasi ini berdasarkan Surat Perintah Kapolres Pulau Buru Nomor : SPRIN/./X/OPS.1.3/2022 tanggal 1 November 2022 sampai dengan 7 November 2022.

Penekanan terhadap seluruh personel agar dalam kegiatan penertiban tambang emas di areal Gunung Botak tetap memperhatikan faktor keamanan. Gunakan pendekatan humanis dan tegas untuk memberikan imbauan kepada para pelaku segera meninggalkan lokasi tambang emas ilegal gunung botak dan menghentikan aktivitas penambangan.

Kepada personel yang membawa senjata api, diingatkan untuk berhati-hati dan bertanggung jawab. Jangan sampai mengeluarkan tembakan apabila situasi dan kondisi tidak diperlukan.

Diketahui, Gunung botak merupakan sebutan untuk area pertambangan emas ilegal di Pulau Buru yang beroperasi secara masif, mengakibatkan kerusakan lingkungan dan meningkatnya tindak kejahatan.

Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan agar aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Gunung Botak untuk ditertibkan sejak 2017, namun hingga kini aktivitas itu tetap berlangsung secara sembunyi bahkan diduga melibatkan oknum aparat yang melindunginya. [In]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here