Beranda Sastra Online Anak Manis

Anak Manis

 

Anak Manies

Senyum itu
Senyum lepasmu
Senyum oleh senyummu
Semua ikut jadi lebur

Senyum manismu ooh

Seperti lintasan garis khatulistiwa
Menyapa fajar mentari, menari mengusik kabut yang sudah lama gelap
Menyapa insan yang telah lama mati oleh rasa lelah kusutnya hati
Menyapa insan yang telah lama masa bodoh oleh kusutnya pikiran

Seperti berkata
Bangunlah !

Seperti kesangsian akan datangnya keajaiban
Menyadarkan harga diri yang telah lama tidur oleh hilangnya rasa malu
Menyadarkan keperkasaan dari rasa takut oleh impotennya jiwa – jiwa yang terbeli
Menyadarkan kebodohan dari rasa tak becus oleh timbunan kemalasan

Seperti berteriak
Gapailah !

Seperti perahu pinisi nenek moyangku
Melaju di tengah ombak besar karang bercadas
Melaju tak peduli oleh rasa takut yang tak berpengharapan
Melaju kencang layar terkembang menuju tanjung pengharapan

Seperti gemuruh guntur
Memanggil hujan tumpah dari langit menghapus keringnya derita

Selalu dengan senyum manismu
Membuat hati sejuk penawar jutaan jiwa yang rindu
Membuat jutaan tangan mengulur berharap pasti menyambut kemenangan
Membuat kepalsuan sirna oleh janji janji tipu daya dari gelapnya ketamakan

Ooh senyummu itu
Mencuri hati beta
Mencuri kesadaran beta
Mencuri raga beta ikut lebur bersama
Mencuri keinsyafan akan datangnya sang fajar kemenangan ibu pertiwi

Ooh
Senyum manismu
Selalu dengan senyum manismu janganlah pernah berubah
Selalulah tulus jangan pernah ada rasa sakit lagi karena kepura – puraan
Selalulah lepas hadir menjadi ibu suri anak negeri yang telah lama kehilangan tauladan

Anak manis
Siapakah (kamu orang) bikin beta bertanya – tanya ?
( A n i e s )
sudah itu saja bapak !

@MNL Rorotan, 8 Oktober 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here