Beranda Sastra Online Nak… Kelak Kau Kan Paham Arti Kehidupan

Nak… Kelak Kau Kan Paham Arti Kehidupan

Pendaftaraan Penerimaan Peserta Didik Baru periode 2022/2023 (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat  telah usai.

Calon siswa-siswi yang berhasil masuk di sekolah pilihannya bersiap-siap melengkapi kebutuhan mereka, terutama bagi yang melanjutkan ke Boarding School atau Pondok Pesantren.

Endri Wahyudi SPd I wali dari ananda Imam Saputra yang melanjutkan ke jenjang MTS Plus yakni di Pondok Pesantren Darul A’mal Kota Metro Lampung, melukiskan nuansa haru biru hatinya dalam untaian kata-kata.

“Waktu begitu cepat berlalu, rasanya baru kemarin kau hadir di pangkuan kami, namun hari ini perpisahan itu telah menghampiri.”

“Selamat mondok nak..! selamat belajar arti sebuah kehidupan bersama keluarga barumu..! selamat memahami sebuah ilmu bersama orang tua barumu..!”

“Sungguh nak, kami bukan membencimu hingga kami mengirimmu ke pesantren, bukan karena kami tak lagi menyayangimu hingga kami menjauhkanmu dari saudara sedarahmu.
Kelak kau pasti akan merindukan tangis perpisahan ini..!”

“Selamat berjuang kesayanganku, kelak kau akan memahami kenapa kau kami tinggalkan di pesantren ini..!.”

“Maafkan kami nak, orangtua-mu tak bisa memberimu fasilitas yang mewah. Kami hanya bisa memberimu fasilitas akhirat..! jadilah pembela agamamu nak, jadilah pembela orang tuamu di pengadilan Alloh kelak..!!!.”

“Nak, dengan engkau menjadi santri, semoga Alloh selalu ridho akan langkahmu, semoga Alloh angkat derajatmu, semoga Alloh mudahkan segala urusanmu..!.”

“Dan dengan engkau menjadi santri, kami berharap kelak kaulah yang jadi imam di saat jenazah kami terbujur kaku..!!!.”

“Bukankah Rosulullah berkata hanya ada 3 amal yang tak terputus ketika kami tiada, dan salah satunya salah doa-mu..!!!.”

“Selamat berjuang nak…
Muliakan ustadz – ustadzah yang membimbingmu seperti kau memuliakan ayah ibumu..!!!.”

“Sayangi semua temanmu seperti kau mengasihi adik kakakmu…!!!.”

“Hapus air matamu, tersenyumlah kan kusebut namamu di setiap doaku..!!!.”

“Berproseslah nak, sampai waktunya nanti akan tiba sebuah senyum bahagia menghias bibirmu untuk kau tunjukan kedunia sembari berkata ” ayah ibu aku bisa..!!!.”

Penulis adalah Endri Wahyudi SPd I (Abihen) Wali santri Imam Saputra asal Waykanan Lampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here