Beranda Buletin Hukrim Rp 450 Juta Raib, Cucu gagal jadi Polisi

Rp 450 Juta Raib, Cucu gagal jadi Polisi

BULETINTERKINI SURABAYA – Mimid Achmid ingin cucunya, Dimas Eka Permana, menjadi anggota Polri. Namun, Dimas yang sempat ikut seleksi pendaftaran bintara Polri di Polda Jatim pada 2017 gagal saat mengikuti tes kesamaptaan jasmani. Mimid yang merupakan purnawirawan TNI langsung percaya ketika Sutinah menawari cucunya bisa masuk sebagai anggota kepolisian melalui jalur khusus. Asalkan, Mimid menyetor sejumlah uang. Namun, setelah uang Rp 300 juta disetor, Dimas tidak diterima sebagai anggota Polri.

”Kami percaya karena dia ketika itu sebagai anggota Provos Polda Jatim,” ujar Mimid saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Rabu (24/11).

Sutinah ketika itu menjanjikan Dimas diterima sebagai anggota Polri meski tidak lulus tes jasmani. Dia mengklaim ada jenderal bintang tiga di Mabes Polri yang dapat memasukkan pendaftar meski gagal tes bintara Polri pada 2016. Dimas dijanjikan bisa mengikuti pendidikan susulan pada 2017. Ucapan Sutinah itu membuat Mimid percaya.

Mimid lantas mentransfer uang Rp 300 juta secara bertahap sebanyak empat kali. Namun, setelah uang tersebut disetor, Dimas tetap tidak bisa mengikuti pendidikan bintara. ”Ada pengumuman. Cucu saya tidak lulus,” katanya.

Sutinah saat itu menelepon keluarganya. ”Daftarnya ketika itu di Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Saya tidak lulus karena larinya kurang,” ucapnya.

Mimid bukan satu-satunya korban. Adiknya, Abdul Muiz Hadi, yang merupakan anggota TNI juga menjadi korban Sutinah. Ketika itu Muiz ingin memasukkan anaknya, Suhaimi Febriadi, sebagai anggota kepolisian. Muiz baru membayar separonya, yakni Rp 150 juta. Suhaimi juga gagal masuk pendidikan bintara. ”Awalnya, Sutinah yang telepon adiknya, Pratu Abdul Muiz. Ada pengumuman. Anaknya tidak lulus,” jelasnya.

Sementara itu, Sutinah tidak berkeberatan dengan keterangan para saksi. Dia mengakui perbuatannya. Penasihat hukumnya dari bantuan hukum Polda Jatim yang enggan namanya disebutkan menolak saat dimintai konfirmasi seusai sidang. Alasannya, mereka belum mendapatkan izin dari Humas Polda Jatim untuk memberikan komentar. (Jp/Bt)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here