Beranda Buletin Pendidikan Peringati Hari Guru Nasional, Polisi di Mojokerto Hipnoterapi Siswa Bermasalah

Peringati Hari Guru Nasional, Polisi di Mojokerto Hipnoterapi Siswa Bermasalah

BULETINTERKINI MOJOKERTO , JATIMPeringati Hari Guru, Jajaran Polres Mojokerto melakukan cara unik dalam menangani pelajar bermasalah, khususnya pelajar yang terlibat kenakalan remaja di sekolah. Metode unik yang dilakukan satuan Polisi Lalu lintas Polres Mojokerto dengan melakukan Hipnoterapi kepada mereka.

Adalah Ipda Edy Widoyono, anggota Satlantas Polres Mojokerto, yang memiliki kemampuan Hipnoterapi. Kemampuannya ini ia gunakan untuk membantu menyelesaikan persoalan para pelajar yang memiliki permasalah di sekolah mereka.

“Ada beberapa siswa yang sedikit kurang baik sikapnya. Kami terapi supaya menjadi lebih baik, semangat untuk belajar, taat beribadah, taat pada guru dan orang tua,” kata Edi kepada wartawan.

Ratusan siswa-siswi di SMPN 1 Kutorejo, Mojokerto berbaris di lapangan Sekolah. Satu persatu siswa di panggil menunju ke ruang kepala sekolah. Ada 6 siswa kelas 9 di Sekolah tersebut yang sudah di panggil.

Dengan penampilan rambut bergaya nyentrik mereka duduk di kursi sembari mendengar arahan dari Ipda Edy Widoyono. Tanpa sadar mereka mengikuti anggota polisi yang berperawakan kekar itu, menuju alam bawah sadar dengan keadaan mata terpejam.

“Selama hipnosis badan anda santai, tapi pikiran anda menjadi sangat perhatian dan anda memiliki fokus yang meningkat selama sesi hipnoterapi. Ikuti saya rileks setelah hitungan ke tiga anda akan tertidur,” kata pria yang menjabat Kanit Turjawali Polres Mojokerto.

Selama sesi hipnoterapi sekitar 5 menit, Ipda Edi, memberikan sugesti kepada para siswa agar menjadi anak yang baik dan menurut kepada orang tua serta para guru di Sekolah.

Selain memberikan terapi kepada siswa, Satlantas Polres Mojokerto juga memberikan edukasi terkait Operasi Zebra yang digelar mulai tanggal 15 hingga 28 November 2021.

“Kebetulan tanggal 25 November ini adalah hari guru yang ke 76. Kami memberikan ucapan selamat ulang tahun dan sedikit hadiah kepada para guru yang selama ini sudah mengajar putra putri kita menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Edy memberi imbauan agar siswa SMP tidak membawa atau mengendarai sepeda motor ke sekolah menyusul adanya kegiatan Operasi Zebra yang digelar jajaran Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto.

“Ini adalah siswa SMP sesuai dengan umurnya belum punya SIM. Kami mengimbau agar para orang tua dan guru untuk tidak memperbolehkan anak-anaknya mengendarai sepeda motor saat ke Sekolah,” tandasnya. (T1/Bt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here