Beranda Breaking News Polisi Reka Ulang Ayah Tiri Pencabutnyawa Balita Di Pali

Polisi Reka Ulang Ayah Tiri Pencabutnyawa Balita Di Pali

PALI.- Lantaran masih trauma, Niken (5) tak mau ikut menjadi saksi saat peragaan ayah tirinya bernama Antoni alias Anton (27) menghabisi adiknya bernama Niko (1,8) di pinggir Jalan Unit VIII PT MHP, Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Bahkan, wajah Niken tampak pucat dan cemas sewaktu melihat ayah tirinya dikeluarkan dari dalam sel tahanan Polsek Talang Ubi untuk memperagakan 17 adegan reka ulang pembunuhan balita tersebut yang digelar di halaman Mapolsek Talang Ubi, kemarin (14/9).

Tak hanya itu, ayah kandung korban Niko bernama Dedek Gunawan (26) sempat memukul wajah tersangka Anton sewaktu melintas menuju lokasi reka ulang.

Malah, beberapa kali Dedek berusaha memukul tersangka Anton, namun berhasil dihalangi aparat Polsek Talang Ubi yang mengamankan jalannya reka ulang itu.

Pada awal reka ulang, tersangka Anton mengajak istrinya Rapika Dewi (24) bersama Niken dan korban Niko naik sepeda motor dengan berbonceng empat. Namun, ketika disuruh naik motor, Niken tidak mau dan takut melihat tersangka Anton.

Karena, Niken tidak mau naik motor, akhirnya petugas terpaksa mengganti peran Niken dengan orang lain yang masih keluarganya sehingga reka ulang bisa dilanjutkan.

Setelah itu tersangka Anton mengajak istri dan dua anak tirinya pergi dari rumah mereka di SP 6, Desa Bumi Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura) menuju Kota Pendopo PALI.

Namun, tak lama setelah itu, Rapika Dewi melompat dari motor dan langsung berteriak minta tolong. Sementara kedua anaknya Niken dan Niko masih ikut tersangka Anton.

Ditengah jalan korban Niko terus menangis memanggil ibunya sehingga tersangka kesal lalu menghentikan motornya dan menggulingkan korban ditanah lalu menginjak perut korban Niko dengan menggunakan kaki kanannya. Aksi itu terlihat pada adegan ke empat yang diperagakan tersangka Anton.

Usai terkena pijakan itu, korban Niko mulai megap megap sehingga tersangka Anton panik, kemudian melanjutkan perjalanan. Lalu pada adegan ke enam, tersangka Anton menghentikan motornya dipinggir sungai kemudian mencelupkan korban kedalam air sebanyak dua kali dengan posisi kepala dibawah.

Bukannya, membaik melainkan kondisi korban bertambah parah, sehingga tersangka Anton berusaha memberi nafas buatan. Namun, korban ternyata sudah tidak bernyawa lagi.

Tersangka Anton bertambah panik lalu meninggalkan korban Niko yang sudah tidak bernyawa bersama ayuknya Niken disebuah warung kosong yang belum jadi. Setelah itu, tersangka Anton melarikan diri ke Kota Pendopo.

Kapolsek Talang Ubi, Kompol Alpian Nasution melalui Kanit Reskrim, Ipda Arzuan mengatakan, reka ulang yang digelar pihaknya itu untuk melengkapi berkas sebelum dilimpahkan ke pihak Kejaksaan.

“Saat reka ulang itu disaksikan langsung pihak Kejaksaan. Untuk motifnya didasari tersangka cemburu dengan ibu korban yang juga istri tersangka. Tersangka bakal kita jerat dengan Pasal 340 KUHP dan Undang-undang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya 20 tahun,” katanya.

Sementara, Kakek korban Niko bernama Poniman (69) meminta supaya tersangka Anton dihukum seadil-adilnya dan seberat-beratnya, karena apa yang dilakukan tersangka Anton diluar perikemanusian.

“Kami minta dihukum seadil-adiljya dan seberat-beratnya. Karena tersangka Anton itu tidak punya hati sama saja seperti binatang dan super kejam yang tega membunuh anak kecil,” pungkasnya.

Untuk diketahui, korban Niko (1,8) ditemukan tewas disebuah warung yang sedang dibangun di Simpang Pintu, Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI pada Kamis (26/8) sekitar pukul 11.30 WIB.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata korban Niko tewas dibunuh ayah tirinya bernama Anton. Hanya berselang seminggu kemudian tepatnya pada Jumat (3/9), tersangka Anton akhirnya berhasil ditangkap Tim Elang Polsek Talang Ubi ditempat persembunyiannya di daerah Kota Tangerang, Jakarta Barat.JOE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here