Beranda Breaking News Jati Kusuma Tanggapi Janji – janji Ketua KPK Firli Bahuri 

Jati Kusuma Tanggapi Janji – janji Ketua KPK Firli Bahuri 

BULETINTERKINI PALEMBANG – Sebagaimana diketahui Indonesia sudah merdeka selama hampir 76 tahun. Kemerdekaan yang didapatkan dengan banting tulang peras keringat, bukanlah hadiah Jepang, Belanda, Inggris, Portugis, namun berkeringat – keringat, berdarah darah. Apalagi hasil dari janji – janji palsu kaum Penjajah.

“Demikian juga akan halnya dengan KPK, sebagaimana diketahui Firli Bahuri bukanlah pemimpin baru KPK atau KPK baru lahir di Indonesia, akan tetapi Firli sebagai pemegang tongkat estafet kesekian kalinya. Sehingga janji – janji sudah Tidak dibutuhkan lagi. 250 juta Rakyat bukan butuh janji, TAPI BUTUH BUKTI,” Kata Jati aktivis anti korupsi dan pengamat sosial politk kepada Buletinterkini.com Minggu (13/6/21).

Sebagai Pengamat dan juga masih memiliki hubungan keluarga dengan Firli, Jati sangat paham sekali karakter Firli. ” Saya sangat paham jika Firli ini punya sifat pikun dan hobi buat janji”, ucapnya.

“Ini fakta!!! Dulu, waktu beliau menjabat Wakapolda Banten, saya disuruh dan dipaksa kakak kandungnya, Paman saya, Busri Bahuri untuk konsultasi dan meminta bantuan ke Firli Bahuri, dan tidak disangka beliau jadi Kapolda Palembang. Apa lacur, ketika janji itu saya tagih beliau marah sama saya, padahal saya hanya minta ijin GELAR PERKARA atas kasus – kasus peti es orang tua saya yang juga nota bene masih paman beliau. Apa susahnya digelarkan dan dilakukan pencatatan dalam Buku Tanah. Saya melihat disini ada usaha melindungi oknum Pegawai BPN yang juga masih ada hubungan ipar dengan beliau,” ungkap Jati.

Masih kata Jati, ketika ada paman dari ibu-nya yang satu leting dengan Firli menemui beliau di Palembang, pamannya menyampaikan salam dari Jati dan ibu-nya ke Firli, dengan entengnya dijawab ” TIDAK KENAL. “Hal ini bagi saya tidak normal seorang pejabat berkata kejam dan dingin seperti itu,” ujarnya.

“Lalu ketika beliau terpilih sebagai KETUA KPK, seluruh rakyat Indonesia menyaksikan bagaimana Harun Masiku bisa bebas dengan mudahnya, didukung lagi fakta – fakta keterangan dari pegawai KPK yang dipecat karena alasan tidak lulus TWK. Maka dapat saya simpulkan jika berbohong, membuat janji, mengelak janji itu sudah jadi watak yang mendarah daging. Dia tidak merasa bersalah, berdosa dan tidak merasa perlu ada pertanggungjawaban atas setiap kata – katanya”. tutur Jati lagi.

“Pemimpin seperti ini dalam Islam tidak masuk kriteria Sidiq, amanah, fathanah, tabliq. Menyelesaikan perkara dalam keluarga saja tidak mampu apalagi bernegara. Saya rasa masih banyak Anggota kepolisian yang lebih pantas jadi Ketua KPK, seandainya benar – benar diadakan seleksi terbuka, jujur dan sportif. Karena perlu diingat bahwa Ketua ICAC, KPK di Hongkong itu juga mantan Polisi yang pintar, jujur dan sportif. Biasanya perilaku pintar itu akan bersinergi dengan kejujuran dan keberanian,” tutupnya. (Andi W)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here