Beranda Buletin Hukrim Masyarakat Berharap Bupati Mesuji Bertindak Tegas atas Dugaan Penggelapan BLT DD dan...

Masyarakat Berharap Bupati Mesuji Bertindak Tegas atas Dugaan Penggelapan BLT DD dan Mark-up Data oleh Kades Sriwijaya

BULETINTERKINI MESUJI , LAMPUNG – Sungguh miris perbuatan Kepala desa Sriwijaya, kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, Kades tersebut diduga telah menggelapkan BLT DD dan Mark Up data masyarakat setempat.

Hasil penelusuran beberapa awak media dilapangan mencengangkan, sumber keterangan masyarakat setempat, Bantuan Langsung Tunai (BLT) diperkirakan sekitar _+ 16 kartu Keluarga tahun 2020. Selayaknya warga tidak mampu tersebut menerima dana bantuan Covid-19 tersebut, tapi pada kenyataan hingga saat ini tidak menerima bantuan tersebut. Kamis (10/06/21).

Saat dikonfirmasi SJ warga setempat NIK KTP, 18110715038xxxxx memberikan keterangan. Kata dia,”sungguh miris perbuatan oknumnya, saya tidak menyangka kalau saya dapat bantuan dana BLT tersebut, hingga saat ini saya tidak merasa menerima bantuan tersebut serupiah pun,” ungkapnya.

Selanjutnya GN (45) warga setempat NIK KTP: 18110715016xxxxx mengatakan hal yang sama. “Jujur mas media, saya pribadi merasa sangat kecewa dengan sikap oknum yang telah tega mengambil yang bukan haknya, apa lagi di masa pandemi Covid-19 ini, perekonomian orang kecil seperti saya dan kawan lainnya yang bernasib seperti saya sangat terpuruk. Artinya bantuan tersebut sangat kami perlukan”, ucapnya.

“Harapan kami, kepada Bupati Mesuji, kepada Inspektorat Mesuji serta pihak penegak hukum agar bertindak tegas untuk memberikan hukuman setimpal sesuai dengan perbuatan oknumnya. Dan jangan sampai ada pembiaran, kalau seandainya oknum tersebut dimintai mengembalikan uang negara, dianggap telah merugikan negara, akan tetapi proses hukum tetap berjalan, karena amanat bapak Presiden RI Joko Widodo jangan ada yang dikorupsikan anggaran Covid walaupun serupiahpun.

Terpisah, saat dikonfirmasi Kepala desa Sriwijaya (Juwadi), melalui telpon pukul 10:10 Wib, mengatakan,”coba sampean croscek dilapangan dulu, lalu mengalihkan pembicaraan ke BLT 2021, maaf pak kades yang saya tanyakan BLT 2020,” tegas awak media.

Lalu ia mengulangi pembicaraannya, kata dia,”coba sampean croscek dulu dilapangan, kalau pemerintah disini, pembagian BLT-nya langsung nama masing-masing yang bersangkutan mengambil bantuan tersebut, namun pada fakta dilapangan tidak sesuai apa yang dikatakan Juwadi selaku Kepala desa. (DH).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here