Beranda Buletin Hukrim HMI Palembang Kecam Penggeroyokan Alumni HMI di Muratara

HMI Palembang Kecam Penggeroyokan Alumni HMI di Muratara

BULETINTERKINI PALEMBANG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang mengecam keras tindakan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap warga Muratara. Selasa (11/5/21).

Menyikapi kejadian pengeroyokan anggota KPU Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) atas nama Handoko dan juga Alumni HMI Cabang Palembang, meminta mengusut dan menyelesaikan kasus ini hingga tuntas.

“Kami tidak terima dengan sikap main hakim sendiri, kami sangat menyayangkan atas kejadian tindak penganiayaan dan pengeroyokan yang menimpa alumni HMI layaknya satu kesatuan anggota tubuh terluka, maka itulah yang kami rasakan sekarang sebagai bagian dari HMI yang juga merupakan salah satu Anggota komisoner KPU Musi Rawas Utara,” ungkap Formature / Ketua Umum HMI Cabang Palembang, Ulil Mustofa, Selasa (11/5/2021)

Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja aparat hukum dipertaruhkan kalau kasus ini tidak cepat diusut tuntas, kami akan terus mendorong proses hukum, jangan sampai kasus seperti ini juga menimpa orang lain dan berulang jika dibiarkan berlarut – larut.

Menurutnya,“Siapapun pelakunya harus bertanggung jawab. Kasus ini akan terus kami kawal hingga pelaku pengeroyokan ditangkap dan diadili sesuai undang-undang, Saya mendesak pihak kepolisian dalam hal ini Polres Muratara untuk mengusut tuntas pelaku pengeroyokan.” Ungkapnya

Ulil Mustofa juga meminta pelaku pengeroyokan dan penganiayaan dijatuhi hukuman berat-beratnya. Sebab pelaku sudah melakukan penghakiman .Bahwa aksi tindak pidana penganiayaan yang diatur dalam Pasal 351 KUHP berbunyi penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan, dan tindak pidana pengeroyokan yang diatur dalam Pasal 170 KUHP, barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, dan ini bukan merupakan delik aduan.

“Sangat disayangkan bahwa tempat terjadinya tindak pidana penganiyaan dan tindak pidana pengeroyokan ini terjadi didalam ruang lingkup pemerintah kabupaten Musi Rawas Utara yang dimana seharusnya SOP pengamanan dapat berjalan sebagaimana mestinya dan hal ini dapat membuktikan bahwa tim keamanan pemkab Muratara tidak berjalan dengan baik.“Kami juga mendesak seluruh instansi pemerintahan ikut mendorong agar memberikan keadilan serta mengambil tindakan tegas atas kejadian tersebut”.,” sambung Ulil. (Suryha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here