Beranda Buletin Daerah Pemkab PALI Harus Memfasilitaskan Sarana dan Prasana Bagi Petani yang Ingin Membuka...

Pemkab PALI Harus Memfasilitaskan Sarana dan Prasana Bagi Petani yang Ingin Membuka Lahan

PALI. Beberapa waktu yang lalu bahwa masyarakat dilarang membakar hutan, untuk membuka lahan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melalui Ketua Komisi III, Irwan ST, pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), harus ada solusinya.

“Disini wakil rakyat mendukung pemerintah, agar masyarakat membuka hutan dengan cara membakar, akan tetapi sebelum membuat aturan harus ada solusi kepada masyarakat terlebih dahulu, ” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa masyarakat Pali, adalah berkebun dan prioritas Petani karet, sebab sumber kehidupan masyarakatpun dari berkebun, apabila dibuatkan aturan tersebut, masyarakat kebingungan.

“Saya menyarankan kepada pemerintah harus ada solusi yang tepat, harus memberikan sarana dan prasana terlebih dahulu, sebelum membuat aturan tersebut, ” tukasnya, senin (1/6/2019).

Dia menambahkan Pali memiliki kekayaan alam yang cukup besar, dan kekayaan tersebut bersumber dari masyarakat, masyarakat mendapatkan penghasilan dari berkebun juga, Pemimpin dilahirkan dimuka bumi untuk masyarakat, dan harus merelakan sedikit anggaran untuk masyarakat juga.

“Saya mengusulkan kepada dinas terkait yakni BPBD, untuk menyediakan alat seperti mobil blodozer, alat ini berguna untuk petani, setiap kecamatan diberikan satu alat untuk membuka kebun, alangke bahagia nyo petani pekebun andai ado sarana utk membuka lahan dari pemerintah,” usulnya.

Sementara itu Yusri Kolbi, S Kom, salah satu Petani, mengatakan bahwq masyarakat pali itu pencarian 95 pertanian, dan cara membudiayakan pembukaan lahan pun dengan cara membakar, serta dilakukan secara gotong royong.

“Petani karet sekarang ini sedang menjerit, dengan harga karet merosot, apabila masyarakat dilarang membuka lahan dengan membakar, kami akan mendukung program pemerintah daerah, apabila ada solusi kepada masyarakat, khususnya petani ini, ” tukasnya.

Dia menuturkan bahwa dengan cara membakar adalah aturan hukum, akan tetapi sebelum dikeluarkan aturan, harus ada jalan keluar, “Mewakili masyarakat hanya meminta pemerintah, untuk memberikan sarana maupun prasana, membuka lahan bagi petani, ” Pintanya.
(BB/Buletinterkini.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here